|
Cendikia Mandiri di Kick Andy |
|
|
|
|
Saturday, 01 September 2012 15:34 |
|
Sumber :
Kick Andy Edisi Jumat 1 Juni 2012

Kick Andy Edisi Jumat 1 Juni 2012 Menghadirkan
- Bahrudin, mendirikan komunitas belajar Qaryah Thayyibah Salatiga
- Nurul Karimah , Pendiri Sekolah Cendekia Mandiri Temanggung
- Darsono, Penggagas Universitas Pamulang Tangerang Selatan
|
|
|
Cemani Dari Lereng Guning Sumbing |
|
|
|
|
Saturday, 01 September 2012 14:49 |
|
Desa Kemloko, Tembarak, Temanggung.

Dari desa terakhir sebelum Gunung Sumbing, puncak gunung yang berjarak tiga kilometer lagi terlihat jelas. Berjarak sekitar 12 km dari pusat kota, Jalanan menuju desa ini berkelok, menanjak, dan tersusun dari bebatuan. Kanan kirinya masih hutan atau tegalan.
Sebagian besar jalan memang telah beraspal. Tapi kondisinya rusak berat lantaran sering dilalui truk-truk penghasil sayur dan tembakau, hasil bumi dan sumber penghasilan penduduk desa ini.
Di jam sekolah, beberapa anak tampak masi di sekitar rumah. Sejumlah remaja juga kumpul-kumpul. Di usia yang masih relatif muda, rata-rata mereka sudah menikah. Tak sedikit pula yang merantau ke Kalimantan untuk bekerja di kebun sawit.
|
|
Read more...
|
|
Cemani Gelar Temanggung Bookfair 2012 |
|
|
|
|
Saturday, 01 September 2012 14:01 |
|
Sumber :
http://beritadaerah.com/berita/jawa/66531

(Berita Daerah - Jawa), Yayasan Cendekia Mandiri (Cemani) Temanggung yang bergerak dalam penyelenggaraan pendidikan bagi anak putus sekolah menggelar Temanggung Book Fair 2012 (Pameran Buku) Bertempat di Pendopo Pengayoman. Pameran berlangsung mulai tanggal 16-20 Juni 2012 diikuti oleh 26 penerbit yang berasal dari Yogyakarta , Solo dan Semarang. Lebih dari 1.500 judul buku digelar dengan diskon besar antara 20% - 50%, baik buku-buku Pengetahuan Umum, pelajaran sekolah, ilmu pertanian, tekhnologi informasi dan lain – lain.
|
|
Read more...
|
|
CENDIKIA MANDIRI TAK BERHENTI BERAPRESIASI |
|
 Belum genap setahun usia Cendikia Mandiri, sekolah alternatif setara SMP yang ada di Kemloko Tembarak ini berdiri. Sekolah yang berisi anak-anak lereng gunung Sumbing ini berusaha menunjukkan eksistensinya, baik di Kemloko sendiri maupun di tingkat kabupaten. Anak gunung turun gunung, tentu menjadi pemandangan yang tidak biasa bagi mereka. Melihat ‘kota’ Temanggung dan mengenal berbagai tempat di Temanggung. Tidak heran jika polah tingkah mereka mengundang banyak perhatian. Bahkan saking narsisnya, hal-hal yang menurut mereka asing dan layak, dijadikan mereka untuk sarana berfoto-foto ria. Tak tanggung-tanggung, dan tanpa rasa takut atau malu,mereka berfoto ria bersama bapak bupati.
|
|
Read more...
|
|
|